Sektor Unggulan Industri Penopang Ekspor Indonesia

Ekspor merupakan hal yang diperhatikan pemerintah belakangan ini. Menurut data, pendongkrak pertumbuhan ekspor di Indonesia salah satunya adalah sektor otomotif. Terdata sepanjang periode mulai Januari hingga September 2018, untuk jumlah ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) mencapai 187.752 unit.

“Untuk mendorong ekspor otomotif, pemerintah sedang membahas pajak PPnBM. Kalau selesai dan begitu perjanjian dagang dengan Australia rampung, bisa ekspor ke sana,” jelas Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (3/2/2019).

Dibanding dengan periode sebelumnya, angka ekspor naik sebesar 10,4%. Selain mobil, ekspor sepeda motor juga naik mencapai 46,3%. Ekspor sektor otomotif diprediksi jumlahnya terus meningkat seiring dengan rencana diterapkannya kebijakan fiskal, seperti harmonisasi tarif dan revisi besaran Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). 

Selain sektor otomotif, pertumbuhan ekspor didukung oleh peran sektor industri Tekstil dan produk Tekstil. Pertumbuhan ekspornya sendiri untuk periode Januari hingga Oktober naik hingga USD11,12 Miliar setara 7,1% dibanding tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan ekspor pada sektor tekstil, nantinya diharapkan mampu untuk menyedot berbagai tenaga kerja.

Melalui implementasi industri 4.0, di sektor makanan dan minuman olahan pun diharapkan mampu meningkatkan ekspor hingga empat kali lipat menjadi USD50 miliar pada 2025, dibandingkan estimasi 2018 sebesar USD 12,65 miliar. Pada tahun 2030, Indonesia ditargetkan menjadi lima besar eksportir makanan dan minuman global.

“Untuk industri elektronika, perusahaan di Batam, PT Sat Nusapersada melakukan ekspor router wifi ke Amerika Serikat. Ini merupakan hasil kerja sama dengan Pegatron, yang termasuk dalam 500 perusahaan global versi Fortune dan vendor Apple setelah Foxconn,” papar Menperin.

“Kami sangat mengapresiasi dan kami melihat lokal konten. Apabila lokal kontennya kami dorong terus, penghematan devisanya itu semakin meningkat,” tutur Airlangga.

Dari investasi Rp300 miliar, potensi nilai ekspornya akan mencapai USD600 juta per tahun. Ekspor perdana router wifi yang dibuat PT Sat Nusapersada di Batam menjadi bagian awal dari realisasi kerja sama Pegatron dan PT. Sat Nusapersada, dan produksi penuh ditargetkan terealisasi pada pertengahan 2019. 

Pada periode Januari-November 2018, pertumbuhan ekspor perhiasan telah mencapai USD1,88 miliar. Tujuan ekspor perhiasan dari Indonesia, antara lain ke negara Singapura, Hongkong, Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab dan beberapa negara Eropa seperti Inggris, Belanda, Denmark dan Swedia.

Untuk periode Januari-November 2018, pertumbuhan ekspor ikan dan kepiting olahan masing-masing tercatat senilai USD408,04 juta atau naik 13,84% secara tahunan dan senilai USD103,28 juta atau naik 169,90% secara tahunan. Demikian dengan ekspor buah dan sayur diolah atau diawetkan tercatat senilai USD176,95 juta sepanjang 11 bulan pada tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *