Sektor Perumahan Paling Banyak Keluhan dari Konsumen Menurut data BPKN

Mulai dari 1 Januari sampai 29 Maret 2019, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat telah menerima 154 aduan. Dari jumlah aduan tersebut, sebagian besar konsumen yang mengeluh terdapat pada sektor perumahan sebanyak 129 aduan atau sikitar 83% dari total aduan.

Sedangkan lainnya, terdata ada enam aduan mengenai pembiayaan konsumen melalui pinjaman via daring (online), empat aduan mengenai pembelian barang melalui e-commerce, tiga aduan pada sektor perbankan, dua aduan mengenai jasa perjalanan, dua aduan mengenai fintech, dua aduan pada sektor telekomunikasi, dan sisanya di bidang otomotif serta kelistrikan.

Ketuan Komisi Advokasi BPKN, Rizal E. Halim mengatakan “Dari 129 laporan yang masuk, kombinasinya hampir sama, terkait rumah tapak dan vertikal. Misalnya, terkait keterlambatan penyerahan sertifikat, serah terima unit, dan iuran,” .

Menurut Rizal, dari data yang dia dapatkan banyak aduan mengenai sektor perumahan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan lainnya, merupakan faktor ketidaktahuan masyarakat terkait dengan aturan-aturan yang perlu diperhatikan dalam pembelian unit rumah tapak maupun vertikal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *