Realisasi Peremajaan Sawit Masih Jauh dari Target

“Realisasi (pemberian rekomtek) baru sedikit,” ujar Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono usai hadir dalam rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (28/3).

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat rekomendasi teknis (rekomtek) Peremajaan Sawit Rakyat yang diterbitkan baru sekitar 16 ribu hektar hingga akhir Maret 2019. Realisasi tersebut hanya sekitar 8% dari target sebanyak 200 ribu hektar.

Meski realisasi yang terlaksana masih minim, Kasdi tak ingin menurunkan target peremajaan sawit tahun ini. Maka itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi dan pendekatan agar meningkatkan produktivitas dan keuntungan bagi para petani.

Melihat kondisi itu, pemerintah berupaya melakukan percepatan pada saat verifikasi permohonan. Pasalnya, rekomtek merupakan syarat penyaluran dana untuk peremajaan sawit.

Menurut Kasdi Lambannya penerbitan rekomendasi teknis merupakan akibat status lahan yang diajukan petani masih ada yang bermasalah atau belum clean&clear. Seperti, petani belum mengantongi sertifikat kepemilikan lahan terkait.

“Kalau masalahnya kecil itu cepat diselesaikan tetapi kalau masalahnya banyak susah,” ujarnya.

Padahal, untuk mendapatkan dana peremajaan sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan-Kelapa Sawit (BPDP-KS), status lahan harus tidak bermasalah. Adapun alokasi dana peremajaan sawit adalah Rp25 juta per hektar.

“Kalau dokumennya (dokumen persyaratan) ada proses (verifikasi) cepat. Artinya, sehari juga selesai. Ini kan masalahnya (dokumen) kurang dan sebagainya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *