Potensi Industri Game Era Globalisasi di Indonesia

Diera globalisasi sekarang perkembangan dunia IT sangat pesat, hal itu dapat dilihat dari sisi perkembangan fasilitas-fasilitas di perkotaan, budaya fashion, peralatan-peralatan elektronik, dll. Sebagai orang yang hidup diera globalisasi, tentunya butuh pemahaman kuat agar tidak terjerumus hal-hal negatif. Di Indonesia banyak orang menggunakan waktu mereka didepan gadget entah itu PC, Hp, ataupun laptop.

Selain untuk berbagai kemudahan waktu dan fasilitas, ternyata perkembangan IT juga diikuti oleh pengembang-pengembang game. Mereka berupaya untuk menyalurkan ide-ide mereka dan mengembangkannya dalam wujud game. Ada beberapa orang akan berpikir bahwa terlalu sering bermain game akan merusak masa depan. Anggapan ini memang benar bahwa orang yang terlalu kecanduan dengan game merusak masa depan mereka, tapi siapa sangka bahwa banyak orang yang menjadi sukses dibidang game.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki gamer terbanyak di dunia. Menurut riset mengatakan bahwa pertumbuhan pasar online gamer terlihat dari jumlah pengguna (user) mencapai 6,5 juta orang dan akan semakin naik dari tahun ke tahun.

Menanggapi hal itu terbentuklah Asosiasi Game Indonesia (AGI­) pada tahun 2013 dan itu merupakan sejarah baru untuk industri game yang ada di Indonesia. Adanya AGI bertujuan untuk menjadi wadah bagi seluruh perusahaan dibidang game di Indonesia baik Developer, Animator (Animasi), Publisher, Hardware, Payment, serta berbagai aplikasi-aplikasi pendukung lainnya.

Perkembangan pesat pada game ada pada game-game basis mobile, menurut hasil riset yang sudah didapat di tahun 2016 secara demografis jumlah pemain mobile game didominasi kalangan laki-laki berusia 21-35 tahun dengan persentase 27%. Posisi kedua ditempati oleh kalangan usia 10-20 tahun sebesar 24%, dan sisanya usia 36-50 tahun. Untuk perempuan, porsi terbesar juga dipegang oleh kalangan berusia 21-35 dengan persentase 18%. Usia 10-20 tahun sebesar 14% dan 36-50 tahun sebesar 7%. Sehingga bisa disimpulkan, kalangan usia 21-35 tahun merupakan lahan utama bagi perusahaan game karena mereka merupakan orang-orang pekerja yang rela mengeluarkan uang ekstra demi game favoritnya (dikutip dari https://dailysocial.id/post/melirik-potensi-besar-industri-gaming-di-indonesia). Dalam skala industri, potensi game di Indonesia lebih “menjanjikan” dibanding negara-negara lain yang ada di Asia Tenggara.

Dengan potensi sebesar itu sebetulnya pengembang game Indonesia bisa mendapat revenue yang cukup besar, namun ada beberapa masalah salah satunya termasuk store game masih berpaut pada aplikasi luar negeri. Masalah seperti ini nantinya akan diusahakan dan harus didukung oleh berbagai kalangan di Indonesia.

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *