Perluasan Sistem Ganjil-Genap, Masyarakat Mulai Beralih Menggunakan Sepeda Motor

Dalam studi yang dilakukan Ditektorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, terungkap penggunaan motor meningkat setelah diberlakukannya Ganjil-Genap

Sebelumnya hanya 9 titik kini diperluas menjadi 25 titik dengan panjang koridor 59,64km. Perluasan sistem Ganjil – Genap ini lakukan saat hari kerja dengan menambah durasi pada malam hari yang sebelumnya pukul 18:00 WIB menjadi 21:00 WIB.

Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP I Made Agus Prasatya mengatakan tujuan penerapan Ganjil-Genap adalah peningkatan efisien dan efektivias penggunaan ruang jalan, mendukung penggunanaan angkutan umum dan pengendalian pencemaran udara.

Sayangnya, saat pemberlakukan Ganjil-Genap, angka pengguna transportasi umum berkurang dan menyebabkan naiknya jumlah pengendara motor.

Hal ini dirasakan tidak efektif sebagai langkah untuk mengurangi polusi.

Untuk itu, harus adanya pertimbangan dan perhitungan pada hari-hari diberlakukannya Ganjil-Genap dengan keseimbangan jumlah kendaraan.

Angka pasti mengenai kenaikan penggunaan motor pada perluasan Sistem ini memang sedang diteliti. Namun berdasarkan data pada 2018 saat Ganjil – Genap diberlakukan kecepatan kendaraan naik dari 26,60 km/jam menjadi 29,94 km/jam. Sementara waktu tempuh 10,10 menit menjadi 9,21 menit.

Yang juga terdeteksi adanya penurunan jumlah penumpang TransJakarta dari 8.499.868 penumpang menjadi 7.541.288 penumpang.

Penurunan penumpang TransJakarta diikuti oleh naiknya jumlah pengendara motor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *