Pemerintah Bakal Persiapkan KEK Industri Penerbangan

Pemerintah mengaku sedang menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk industri penerbangan. Hal tersebut akan diwujudkan kalau dua grup maskapai besar, yakni Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group bisa bersinergi dalam melakukan pemeliharaan pesawat (Maintenace, Repair, and Overhaul/MRO).

“Kalau misalnya Lion dan Garuda bisa menyatu, kami bisa fasilitasi tidak hanya insentif fiskal, tetapi juga nonfiskal,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, Senin (22/7). 

Saat ini, Lion Air Group tengah mengembangkan pusat MRO di Batam, Kepulauan Riau. Melalui anak usahanya Batam Aero Technic (BAT), Lion Air Group akan mengembangkan fasilitas pemeliharaan pesawat di lahan seluas 30 hektare (Ha). 

Jika dua perusahaan maskapai tersebut bergabung membuat KEK industri penerbangan, maka diyakini pengembangan tersebut akan menghasilkan efektifitas dan efisiensi bagi maskapai. Sebab, selama ini maskapai masih melakukan pemeliharaan di luar negeri. 

Ke depan, KEK industri penerbangan dapat dikembangkan tidak hanya melayani MRO saja, tetapi juga pengadaan industri komponen pesawat hingga ban pesawat. 

“Tadi disampaikan sudah menjajaki MoU, sudah ada diskusi antara CEO Lion Air dan CEO Garuda Indonesia, jadi ini bukan ide baru,” tuturnya. 

Garuda Indonesia tercatat memiliki fasilitas MRO melalui anak usahanya PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk., di kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Selain itu, Garuda Indonesia memiliki kerja sama operasi (KSO) dengan Merpati Maintenance Facility (MMF) di Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *