Peluang Ekspor Jamu Modern dan Produk Jamu Masih Kurang Perhatian

Melalui Kementerian Perindustrian (Kemperin), pemerintah gencar memacu industri kosmetik dan obat-obatan tradisional. Langkah ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, sempat mengatakan bahwa industri jamu dapat menjadi ujung tombak batu bagi sektor manufaktur dan ekonomi nasional karena terdiri dari banyak pemain.

Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradsional Dwi Ranny Pertiwi Zarman mengatakan, sampai sekarang pabrik-pabrik jamu besar sudah ekspor ke negara-negara di ASEAN dan Afrika, bahkan ada yang sudah masuk ke pasar Eropa dan Rusia. Akan tetapi semua bentuknya kapsul dan jamu dengan isi yang sudah diekstrak

Sementara itu, untuk pabrik-pabrik jamu menengah hanya dapat ekspor ke wilayah Singapura, Malaysia, dan Brunei Darusalam, konsumennya kebanyakan adalah orang Indonesia dan Melayu. 

Menilik dari keadaan industri jamu sejauh ini, pasar jamu 90% masih dikuasai pasar lokal, 10% lainnya pasar ekspor. Dwi menambahkan, ekspor jamu Indonesia masih sangat kecil jika dibandingkan dengan Thailand. Kontribusi jamu terhadap PDB pun masih kecil, sekitar 2%  saja.

Menurut Dwi, jika ada dukungan dari pemerintah untuk mempromosikan jamu melalui pameran ataupun melalui business to business (B2B), jamu modern dan minuman jamu berpeluang besar untuk diekspor . 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *