Pameran Indobuildtech, Indoconstech 2019 dibuka, Pentingnya Sertifikasi Bidang Konstruksi serta Deklarasikan Pembentukan Himpunan Pengkaji Teknis Indonesia (HIPTI)

Pada tahun ini, Debindo-ITE menggelar Pameran Indo Build Tech EXPO berlangsung dari tanggal 20 s/d 24 Maret 2019 di  Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Jawa Barat. Bekerjasama dengan 23 asosiasi profesi dan asosiasi perusahaan lintas bidang, Indo Build Tech Expo 2019 menggelar sebanyak 141 kegiatan Business Program.

Dalam Pameran Indo Build Tech 2019, dihadiri sekitar 500 perusahaan dari 14 negara. Tentunya kegiatan pameran ini berskala internasional sehingga banyak perusahaan dan universitas baik dalam maupun luar negeri.

Pada hari pembukaan pameran (20/03/2019), telah dideklarasikan pembentukan Himpunan Pengkaji Teknis Indonesia (HiPTI). Dalam acara dihadiri Direktur Debindo, Ir. Effi Setia Budi, Panitia Penyelenggaran HiPTI Ir. Deddy Budiman, Deklarator Harry Mufrizon, ST.MT dan  unsur PUPR Hendro Widodo dan membahas kosep penyelenggaraan Sertifikat Lahan Fungsi (SLF) sesuai dengan Permen PURP 27/PRT/2017.

Dengan bertemakan “Establihing Architecture 4.0” , pameran Indo Build Tech 2019 menghadirkan Lane “Architecture 4.0 Zone”. Dalam zona ini terdapat demo 3D Printing , building Information Modeling (BIM) Systems, teknologi digital berbasis Artificial Intelligence (AI), serta dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman melalui Virtual Reality dan Augmented Reality sebagai implementasi Architecture 4.0.

“Presiden  menyampaikan setelah fokus lima tahun membangun infrastruktur, ingin melengkapinya dengan pembangunan kapasitas SDM,”  kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat membuka pameran Indobuiltech, Indoconstech  (21/3/2019). Berbicara mengenai program sertifikasi ahli bidang konstruksi di Indonesia. Dia mengatakan bahwa program tersebut sejalan dengan rencana pemerintah yang gencar membangun  infrasrtuktur.

Dalam Pameran IndoBuildTech Expo di ICE BSD, Tangerang Selatan yang berlangsung mulai tgl 20 s/d 24 Maret 2019 ini, Darmin juga mengatakan program sertifikasi menjadi bekal bagi para tenaga kerja tanah air untuk bersaing di kancah global. Dia membahas hal itu di depan ratusan ahli konstruksi.

Sejak tahun 2016, pemerintah telah menetapkan 223 proyek dan 3 program strategis nasional. Hasilnya hingga saat ini adalah ada sebanyak 62 proyek dengan total nilai investasi Rp 320 triliun yang telah dibangun dan beroperasi penuh. 

“Infrastruktur diperlukan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah yang dapat memperkuat sistem logistik nasional sehingga dampak ekonomi dapat segera dirasakan,” kata Darmin.

Tapi tidak hanya itu, bagi Darmin pembangunan infrastruktur juga mampu mengintensifkan berbagai kegiatan ekonomi dan dapat melahirkan transformasi ekonomi. Setelah fokus pada pembangunan infrastruktur, Pemerintah pun akan meningkatkan kapasitas SDM yang ditargetkan akan terlaksana secara penuh pada tahun 2020. 

Untuk itu, guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan sekaligus mendukung kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), maka perlu didorong pengembangan dan penguatan industri konstruksi dalam negeri sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan kita pada bahan baku impor.

Sebagai platform bisnis terkemuka di sektor industri material dan teknologi bangunan, maka IndoBuildTech Expo 2019 tampil secara industrial-komprehensif  bersama 4 pameran lainnya yaitu Indonesia Construction Technology (IndoConsTech), Indonesia Glass Technology (IndoGlassTech), Indonesia Lighting Technology (IndoLightTech), dan Indonesia Facilities Management Expo (IFME). Dengan demikian, diharapkan mampu memberikan solusi komprehensif terhadap kebutuhan seluruh stakeholders dunia jasa konstruksi dan bangunan menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *