Menjelang Lebaran, Konsumsi BBM Diprediksikan Meningkat

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan salah satu hari libur nasional di Indonesia yang bertujuan untuk merayakan berakhirnya bulan puasa Ramadhan. Tentunya banyak masyarakan akan menggunakan momen tersebut utuk berlibur dan pulang ke kampung halaman.

Seperti biasa di Indonesia pada bulan lebaran, jumlah kendaraan akan meningkat pada arus mudik dan arus balik. Pada lebaran ini untuk jumlah kendaraan-kendaraan pribadi meningkat mencapai 10,6 juta unit atau meningkat sekitar 13 persen. Tentunya dengan peningkatan ini maka dapat diprediksikan penggunaan bahan bakar juga pasti meningkat. 

“Konsumsi harian bensin pada periode lebaran diperkirakan naik 15, 78 persen dibandingkan harian normal,” ujar Manajer PSO Pertamina Agus Taufik Harahap dalam Rapat Koordinasi (rakor) Kesiapan Angkutan Lebaran 2019 di Gedung Cipta Kemenhub (22/4).

Jika dirinci, prediksi konsumsi harian bensin tertinggi terjadi pada bahan bakar jenis Pertalite dari 49.943 KL per hari menjadi 57.933 KL atau meningkat sekitar 16 persen.

Selanjutnya, konsumsi harian Premium diperkirakan mencapai 35.093 kl pada periode Idul Fitri 2019. Jumlah tersebut naik 10 persen dari konsumsi harian normal yang berkisar 31.870 kl.

Berikutnya, konsumsi harian Pertamax pada periode mudik diperkirakan bakal melonjak 32 persen menjadi 13.537 kl.

Terakhir, konsumsi harian Pertamax Turbo diperkirakan meningkat 12 persen menjadi 602 kl.

Sementara, konsumsi harian Solar pada periode puasa dan lebaran diperkirakan merosot 12 persen dari 38.449 kl pada kondisi normal menjadi 34.192 kl. 

Untuk konsumsi bahan bakar Dexlite sendiri masih mengalami pertumbuhan sekitar 6 persen dibandingkan kondisi normal menjadi 1.194 kl, begitu juga dengan Dex naik 2 persen menjadi 480 kl.

Berikutnya, rata-rata konsumsi harian avtur juga diperkirakan meningkat 4,66 persen dibandingkan kondisi normal yaitu dari 15.606 kl menjadi 16.333 kl.

Demikian dengan konsumsi harian LPG pada masyarakan diprediksi juga akan meningkat 16,76 persen yaitu dari 23.124 metrik ton menjadi 27 ribu ton dan rata-rata konsumsi minyak tanah juga diramal bakal terdongkrak 9 persen menjadi 1.634 kl dibandingkan kondisi normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *