Menjelang Imlek, Penjualan Makanan dan Minuman Diprediksi Naik 10%

Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Rachmat Hidayat memproyeksi penjualan makanan dan minuman olahan naik jelang tahun baru Imlek. Dia memproyeksi kenaikan hanya mencapai 10%.

Pasalnya, permintaan makanan dan minuman olahan menjelang Imlek tidak sebanyak hari-hari besar lain seperti Idul Fitri dan Natal. Adapun makanan dan minuman yang laris di pasaran seperti makanan kemasan dan minuman ringan (soft drink).

Dikutip dari katadata.co.id, Rachmat mengatakan ada peningkatan sekitar 10% tiap bulan dan harga makanan dan minuman olahan menjelang imlek tidak akan naik disebabkan peningkatan permintaan tidak terlalu signifikan.

Gapmmi mencatat kenaikan penjualan makanan dan minuman olahan naik sekitar 15% pada Natal dan Tahun Baru. Peningkatan itu ditopang oleh penjualan produk makanan dan minuman olahan seperti kue kering, manisan, dan minuman ringan.

Menurut Adhi, tak ada perubahan konsumsi dan daya beli untuk produk makanan dan minuman pada tahun lalu. Sedangkan ketersediaan barang  mencukupi hingga perayaan Natal dan Tahun Baru.

Distribusi barang juga telah dipersiapkan sejak jauh hari agar tidak ada kelangkaan barang di daerah tertentu.”Biasanya kalau Natal itu mulai awal Desember baru mulai belanja,” kata Adhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *