Meningkatkan Daya Saing, Perusahaan Kopi Nusantara Bidik Manca Negara

Harumnya seduhan kopi selalu akrab bagi para pekerja hampir di setiap pagi. Aroma kopi dipercaya mampu meningkatkan konsentrasi, memperbaiki mood, dan semangat. Tingginya kebutuhan ngopi di kalangan para pekerja inilah yang membuat komoditas ini populer.

Dua tahun belakangan, bisnis kopi tanah air kembali bergairah dengan munculnya banyak kedai kopi di berbagai kota. Dari kedai kopi itulah, masyarakat Indonesia mulai mengenal dekat aneka jenis kopi nusantara. Padahal sudah sejak lama, kopi menjadi salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia.

Berdasarkan data, Bank Indonesia mencatat bahwa pada tahun 2017 Indonesia menduduki posisi ke 7 sebagai eksportir kopi dunia setelah Brasil, Jerman, Vietnam, Colombia, Switzerland, dan Italia. Dengan tiga negara ekspor tujuan, yakni Filipina, Amerika Serikat (AS), dan Eropa. Pada tahun 2018, nilai ekspor kopi Indonesia mencapai US$ 1,4 juta.

Dengan ciri khas yang dipunyai oleh tiap jenis kopi nusantara, tentu peluang ekspornya terbuka lebar.

Direktur Marketing kelompok tani Mitra Karya Tani asal Pasuruan, Jawa Timur, Eddy Harjanto mengatakan Kopi Ledug memiliki potensi besar untuk menembus pasar mancanegara.

Pangsa pasar Kopi Ledug saat ini adalah sejumlah kafe di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Kediri, Mojokerto, dan Bali. Untuk paket penjualan ke mancanegara, Eddy menyebut Kopi Ledug sudah mengisi beberapa kafe di Jepang, Korea, Italia, Belanda, dan Taiwan.

“Untuk ke depan, saya ingin Kopi Ledug bisa dikenal lebih luas lagi. Saya dan teman-teman petani berharap bisa masuk ke pasar Amerika dan Afrika,” ujar Eddy.

Hal senada diungkapkan oleh Teuku Dharul Bawadi, pemilik Bawadi Coffee. Ia mengatakan, jika pasar ekspor sangat terbuka bagi produk kopi Indonesia. Ia sendiri telah berhasil menembus 8 negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, China, India, Australia, dan Kanada.

Bawadi Coffee dijual mulai Rp 15.000 – Rp 250.000 per pack. Setiap bulan, Bawadi bisa memproduksi 12 ton greenbean. Ia menggandeng mitra petani kopi asal Aceh sejumlah 1.840 orang untuk memasok bahan baku biji kopi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *