Langkah Memulai Smart Factory

Dalam berbagai kegiatan, APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi) melakukan rangkaian seminar Smart Factory, Smart Building, Smart Hotel, Smart Hospital dan Smart Campus. Salah satu pertanyaan menarik yang kami temui, adalah bagaimana cara memulai Smart Factory ?.

Pertama, pastikan infrastruktur jaringan sudah baik. Artinya, seluruh perangkat dan mesin siap terkoneksi dengan jaringan yang baik. Dan umumnya jaringan sekarang sudah menggunakan jaringan berbasis IP, yaitu menggunakan Fiber Optic dan UTP.

Pastikan juga, jaringan telah dimonitor oleh sistem Network Monitoring System. Hal ini sangat penting, karena semua data akan melalui jaringan ini.

Kedua, mengambil data dari mesin dan perangkat. Ini yang tidak mudah, diperlukan waktu untuk menganalisa data apa yang akan diambil, bagaimana cara mengambil data, dan kemudian mengirimkannya ke pusat data. Data yang diambil bisa merupakan data dari mesin dan perangkat. Tapi mulailah dengan apa yang bisa diambil terlebih dahulu dari mesin dan perangkat kita. Beberapa mesin mungkin telah menyediakan interface dan bisa diambil datanya dengan mudah.

Apabila tidak tersedia, maka kita harus berkonsultasi dengan produsen mesin / perangkat. Data yang diambil harus dimasukkan ke dalam database agar mudah divisualisasikan. Untuk menampilkan data ini bisa menggunakan aplikasi visualisasi atau membangun program sendiri.

Ketiga, setelah data berhasil masuk ke pusat data, terutama dalam bentuk database, barulah kita bisa manfaatkan. Dan umumnya pemikiran awal adalah terkait efisiensi.

Efisiensi bisa berarti jadwal preventive maintenance yang teratur, penggunaan dan utilisasi mesin, penggunaan bahan baku dan banyak lagi lainnya. Visualisasi  akan memudahkan kita mengambil keputusan. Visualisasi juga umumnya melibatkan report-report yang dihasilkan.

Keempat, barulah melakukan manajemen kualitas terkait dengan data yang telah kita miliki. Keputusan manajemen akan sangat terkait dengan hal ini. Kelima, setelah data siap digunakan dengan baik, barulah diintegrasikan dengan aplikasi ERP atau akunting yang telah ada. Kontak penyedia aplikasi anda agar bisa melakukan integrase yang diperlukan. Barulah tahapan berikutnya, pabrik akan dengan mudah melakukan perubahan (agile) yang sangat diperlukan, baik oleh konsumen ataupun pengelola perusahaan. Dan inilah implementasi nyata dari Industri 4.0 yang selama ini digaungkan pemerintah.

Pastikan kontak anggota APTIKNAS terdekat di kota anda untuk membantu anda mengimplementasikan Smart Factory.

Kegiatan APTIKNAS bisa dilihat di www.aptiknas.id. Untuk area Jakarta dan sekitarnya di www.jakarta.aptiknas.id. Atau kontak 0881-8857333 untuk membantu anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *