JUUL, Rokok Elektrik Resmi Hadir ,Aman kah Dibanding Rokok Konvensional?

UUL Labs, produsen Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) dari Amerika Serikat1, mengumumkan peluncuran perangkat JUUL dan JUULpods di Indonesia.

Melalui kemitraan eksklusif bersama PT Jagad Utama Lestari (PT JUL), anak perusahaan PT Erajaya Swasembada Tbk (Erajaya Group), produk JUUL kini tersedia untuk perokok dewasa di Indonesia. Sekadar info, PT JUL sejatinya telah didirikan Erajaya sejak 2018 lalu.

Pendiri dan Chief Product Officer JUUL Labs James Monsees mengatakan, misi global perusahaan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup satu miliar perokok dewasa di dunia. Perusahaan telah melihat sejumlah kesuksesan dalam mencapai misi tersebut di negara di mana kami beroperasi.

Secara sederhana, rokok elektrik dapat dipahami sebagai perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah zat-zat kimia menjadi uap untuk kemudian dialirkan ke paru-paru. Produk ini digadang-gadang sebagai produk alternatif pengganti rokok konvensional oleh banyak produsen rokok elektrik.

bagaimana sebenarnya risiko kesehatan yang timbul akibat pemakaian rokok elektrik dari tinjauan ilmiah? Dalam publikasi yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 11 Maret 2014, disebutkan bahwa pemakaian produk rokok elektrik tetap memiliki risiko kesehatan karena dapat menyebabkan kecanduan dan memiliki efek buruk terhadap tubuh manusia. Efek buruk ini berasal dari zat nikotin yang terkandung di dalam produk rokok elektrik. Efek buruk yang timbul dapat berupa peningkatan tekanan darah.

Selanjutnya, publikasi Kemenkes tersebut juga mengutip temuan German Cancer Research Center yang menyebutkan bahwa rokok elektrik dapat mengandung beberapa zat bersifat karsinogenik seperti formaldehyde, acetaldehyde, dan acrolein.

Selain itu, publikasi Kemenkes juga menyebutkan bahwa meskipun produk ini tidak menghasilkan asap, bukan berarti bahwa produk tersebut tidak berbahaya bagi orang lain, sebab pemakaian rokok elektrik tetap berpotensi menghasilkan emisi berupa partikel halus nikotin dan zat-zat berbahaya lainnya ke udara.

Senada dengan pendapat di atas, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Agus Sujatno menilai pemakaian rokok elektrik memiliki risiko kesehatan yang tidak jauh berbeda dengan rokok konvensional. “Di dalamnya kan ada nikotin cair, artinya dampak kesehatannya tidak akan jauh berbeda dengan rokok konvensional,“ terang Agus kepada Kontan (10/07).

Menimbang potensi bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan rokok elektrik, YLKI berharap pemerintah, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), memberikan aturan serta melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran produk rokok elektrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *