Indonesia Menanti Bangkitnya Dunia Industri

“Tidak ada yang bisa menggantikan industri menjadi pilar motor penggerak ekonomi. Pertanyaannya, mampukah kita melahirkan ini kembali?”. Mungkin ibilah yang dapat diungkapkan oleh  Menteri Koordinasi (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat memberi sambutan dalam Rapat Kerja Kementerian Perindustrian, di Gedung Bidakara, Jakarta, Selasa (16/2). Hal ini diungkapkannya karena melihat bahwa industri di Indonesia sudah telalu lama terlelap.

Darmin mengatakan pada tahun 1970-an, Indonesia sempat merasakan kejayaan dan kala itu perkembangan ekonomi sangat tinggi dan cepat. Hal itu dikarenakan perkembangan industri yang kuat dan cepat. Walaupun struktur protrksinya rumit, sektor industri masih berhasil menjadi sumber utama dalam perkembangan ekonomi di Indonesia.

Pada tahun 1980-an, sektor industri mulai menemukan titik lemah. Hal itu menyebabkan lemahnya ekonomi dalam negara sehingga pemerintah harus berpikir ulang dan mengubah berbagai kebijakan. Alhasil, industri di Indonesia masih berjalan baik dan sistem perdagangan masih berlangsung, tapi defisit tetap ada.

Saat ini semakin minimnya produksi migas danjatuhnya harga komoditas sumber daya alam (SDM) akhirnya membuat sektor industri kembali lebih serius dikembangkan. Pengembalian sektor industri menjadi tulang punggung perekonomian pun akhirnya kembali dirasakan. Bukan hanya produksi yang bisa diekspor, sektor ini pun mampu menyerap tenaga kerja cukup besar. Karena melalui peningkatkan sektor industri, hal ini bukan hanya bisa menumbuhkan devisa dari produksi yang nantinya menjadi bahan ekspor. Namun, industri juga mampu menyerap angkatan kerja yang cukup melimpah di Indonesia. “Dengan industri padat karya, praduktivitas pun harus ditingkatkan. Produk yang dibuat sekreatif mungkin juga harus terus dikembangkan,” kata Darmin.

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *