CIKARANG– Presiden Joko Widodo menghadiri peluncuran program Pendidikan Vokasi Industri yang digelar PT Astra Otoparts Tbk Cikarang, di Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, (28/7).

Guna meningkatkan kualitas generasi muda, PT Astra Otoparts bekerjasama dengan 150 industri lainnya menghadirkan program Link & Match. Program ini sesuai dengan harapan pemerintah untuk menyiapkan generasi muda sebelum merambah ke dunia kerja. Program ini juga sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia No. 9/2016 mengenai Ravitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Program Link & Match ini memadukan kurikulum yang berlaku di setiap SMK dengan beberapa materi tambahan untuk praktek kerja di berbagai industri Tanah Air. Selain itu, program ini juga mengajak tenaga pengajar di setiap SMK untuk dapat mengenal lebih dekat mengenai perusahaan yang bersangkutan dan mengerti akan proses produksi di pabrik.

Total sejak 2009, Astra Group telah membina 1.290 SMK di seluruh Indonesia. Vokasi industri yang merupakan tahap ketiga ini secara langsung diresmikan oleh Joko Widodo, Airlangga Hartanto, Puan Maharani dan Muhadjir Effendy. “Pembangunan SDM telah kita mulai pada hari ini. Adanya training, kerjasama, Link & Match dengan para industri dan SMK. Dengan berlangsungnya program ini, kualitas SDM kita akan terus membaik dan mampu berkompetisi dengan negara lain ,” tutur Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.

Bersamaan dengan peresmian program Link & Match ini, Astra Group juga menyerahkan beberapa bantuan hibah kepada 97 SMK di Jawa Barat. Bantuan tersebut yaitu 1 unit mesin CNC Bubut dari Astra Otoparts, 10 mesin Daihatsu Xenia dari Astra Daihatsu Motor, 20 unit sepedamotor Honda, 20 unit special tools dari Astra Honda Motor dan 66 mesin Toyota Innova dari TMMIN.

“Keunggulan negara-negara maju itu karena UKM-nya jalan. Hal ini disebabkan pendidikan vokasi berjalan. Di Jerman, sekolah vokasi ini bisa sampai 3 tahun dengan proporsi 70 persen magang dan 30 persen teori. Di Astra Group, kami telah menerapkan program Link & Match ini sejak 2009,” tutur Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Astra International.

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan total 1.775 SMK akan mengikuti program ini pada 2019 dengan total 845 ribu siswa dapat bekerjasama dengan 335 perusahaan. (**)

Web Traffic

1.png9.png5.png3.png1.png8.png
Today458
Yesterday904
This week3197
This month18353
Total195318

Visitor Info

  • IP: 54.80.180.248
  • Browser: Unknown
  • Browser Version:
  • Operating System: Unknown

Who Is Online

7
Online

2017-09-21

Cari Info