HUT 69 Tahun BPK PENABUR : Persiapkan Generasi BEST Era Disrupsi

Mempersiapkan Generasi BEST Era Disrupsi

Jakarta – Revolusi Industri 4.0 yang mengakibatkan disrupsi menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar dalam mempersiapkan masa depan generasi muda. Di Era Disrupsi ini, BPK PENABUR yang merayakan HUTke-69 tepatnya pada 19 Juli 2019, menyadari kemana dan harus bangaimana melangkah.

Sebagai bagian dari BPK PENABUR, BPK PENABUR Jakarta yang saat ini mengelola 80 sekolah dengan jumlah peserta didik mencapai 32ribu terus fokus mencetak Generasi BEST ( Be Tough, Excel WordWide, Share with Society, Trust In God). Generasi BEST adalah generasi yang memiliki karakter tangguh yaitu semangat pantang menyerah, kiprahnya mendunia, mau berbagi dengan sesama serta mengandalkan TUHAN dalam setiap aspek kehidupan.

Untuk mencetak Generasi BEST, BPK PENABUR Jakarta terus mengembangkan metode pelajaran seperti; Project Base Learning, Computation Thinking, 4C (Communication, Collaborative, Critical Thinking and Problem Solving ,dan Creativity and Inovation), sehingga peserta didik menjadi pembelajaran seumur hidup. Tidak kalah pentingnya yaitu Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian Generasi BEST menjadi generasi yang mampu bertahan dalam zaman yang berubah dengan cepat.

“BPK PENABUR Jakarta berkomitmen membentuk anak muda yang tidak hanya berkarakter, tapi juga tangguh dan mampu bersaing di Era Disrupsi berlandaskan iman Kristiani”, tegas Ir. Antono Yuwono, Ketua BPK PENABUR Jakarta.

Dalam mendukung tema besar ”BPK PENABUR BERANI BERUBAH: Semakin Peduli dan Berbagi”. BPK PENABUR Jakarta juga akan berbagi ke berbagai daerah termasuk PENABUR di kota-kota  sebagai satu keluarga besar. “BPK PENABUR haiini bukan hanya memikirkan dirinya sendiri, kotanya sendiri, sekolahnya sendiri, tetapi harus berani mengambil tanggung jawab untuk menjadi sebuah rumah besar dengan jangkauan lebih luas sehingga BPK PENABUR menjadi lembaga pendidikan yang semakin peduli dan berbagi”, kata Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, Adri Lazuardi, memungkas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *