Harga Cabai Naik, Petani Minta Pemerintah Atur Harga

Harga cabai masih tetap bertahan tinggi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata cabai merah masih berkisar Rp 59.200 per kg, sementara harga cabai berkisar Rp Rp 60.650 per kg.

Melihat harga cabai yang terus berubah, Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Tunov Mondro Atmodjo pun meminta supaya pemerintah segera menetapkan harga acuan cabai mulai dari hulu hingga hilir.

Meski harga tinggi Sekretaris Jenderal Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid, mengatakan, tak semua petani mendapatkan keuntungan dari harga tersebut.

Menurutnya, petani yang mendapatkan keuntungan adalah petani yang masih melakukan penanaman cabai sejak 3 bulan lalu atau petani yang lahannya masih memiliki pasokan air.

Abdul menjelaskan, sejak 8 bulan yang lalu, harga cabai memang sempat jatuh cukup dalam, dimana petani hanya mendapatkan Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kg. Padahal, seharusnya petani mendapatkan minimal Rp 14.000 per kg.

Akibat rendahnya harga cabai, banyak petani yang mematikan tanaman cabainya atau tidak mengurus tanamannya. Hal itu pun mengakibatkan supply cabai berkurang yang turut mendorong kenaikan harga.

“Sekitar 8 bulan yang lalu, harga di petani sangat jatuh. Dilakukan 2 kali tanam, keduanya gagal total. Akhirnya banyak petani yang tidak mengurus lahannya, akhirnya rusak karena hama, produktivitas turun. Kalau dulu sekali panen 4 kuintal atau 0,5 ton, karena tidak dirawat menjadi hanya 1 – 2 kuintal,” terang Tunov.

Dia pun melanjutkan, meski di tingkat konsumen harga cabai sudah melambung sejak lebaran, tetapi harga cabai di tingkat petani baru menyentuh Rp 47.000 hingga Rp 53.000 per kg kurang dari seminggu terakhir. Dia mengatakan, memang harga cabai sempat mengalami peningkatan, tetapi waktunya hanya 1-2 hari dan hanya berkisar Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per kg.

Melihat harga yang tinggi saat ini, dia pun memperkirakan petani akan kembali melakukan penanaman kembali. Tetapi dia mengatakan, dibutuhkan waktu hingga masa panen tiba, terlebih lahan cabai yang sudah rusak karena hama akan sulit untuk diperbaiki, kecuali menggantinya dengan tanaman baru.

Meski begitu, Tunov memperkirakan harga cabai akan mulai mengalami penurunan pada pertengahan Agustus mendatang. “Prediksi saya sudah stabil di pertengahan Agustus karena banyak yang menanam untuk perayaan idul adha,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *