Harga Batu Bara Kian Merosot Hingga US$88,85 per Ton

Merosotnya Harga Batu Bara Acuan (HBA) sudah tejadi sejak Agustus 2018 dan terus berlanjut. April 2019, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA sebesar US$88,85 per ton, merosot 0,83 persen dibandingkan Maret 2019, US$90,57 per ton. Penatapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 6OK/30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu bara Acuan untuk April 2019. 

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengungkapkan , kondisi pasar global penurunan HBA pada April 2019 disebabkan pembatasan impor batu bara oleh India.

Selain itu, merosotnya HBA juga dikarenakan berkurangnya pasokan batu bara Australia ke China, pemicunya yakni kebijakan China yang memperbanyak produksi batu bara untuk memenuhi kebutuhan domestiknya.

Melandainya HBA juga dipengaruhi oleh turunnya permintaan batu bara Indonesia dari Jepang dan Korea akibat bersaing dengan pasokan dari Rusia.

“Permintaan batu bara Rusia menurun untuk memasok batu bara ke negara Eropa, sehingga menyebabkan batu bara Rusia banyak dijual ke negara lain, seperti Jepang dan Eropa.

Lebih lanjut, penurunan HBA April juga seiring menurunnya rata-rata indeks batu bara bulanan global. Misalnya, Indeks ICI tercatat turun 2,09 persen, NEX turun 3,41 persen, GCNC turun 2,42 persen. Sementara, indeks Platts masih tercatat naik tipis 0,84 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *