GELAR ROADSHOW INDI 4.0, PEMERINTAH INISIASI BENTUK EKOSISTEM INDONESIA 4.0

Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Roadshow INDI 4.0 pada tanggal 17-18 September 2019 di Empire Palace Surabaya. Acara ini sebagai ajang para stakeholder untuk menunjukkan hasil dan capaian implementasi industri 4.0 sebagai tindak lanjut dari assesmen INDI 4.0 dan pendampingan implementasi industri 4.0 yang telah dilakukan Kementerian Perindustrian dalam rangka pelaksanaan peta jalan Making Indonesia 4.0. Sebagaimana kita ketahui Kementerian Perindustrian telah meluncurkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dalam Indonesia Industrial Sumit (IIS) 2019 pada 15 April 2019 yang lalu, sebagai tools untuk mengukur kesiapan industri dalam bertransformasi menuju industri 4.0. 

Kementerian Perindustrian telah melakukan assesmen INDI 4.0 terhadap 326 perusahaan industri dengan rentang skor 1-2 sebanyak 166 perusahaan industri (50,92%) yang menunjukkan kesiapan awal implementasi industri 4.0, sedangkan skor 2-3 sebanyak 116 perusahaan industri (35,58%) yang menunjukkan kesiapan sedang, dan skor 3-4 sebanyak 22 perusahaan industri (6,75%) yang menunjukkan telah menerapkan industri 4.0.  “Asesmen ini memberikan “positioning industri di Indonesia akan kesiapannya dalam bertransformasi menuju industri 4.0, sehingga pemerintah dapat membuat kebijakan dan program yang tepat dalam melakukan transformasi industri 4.0,” jelas Ngakan Timur Antara, Kepala Badan Litbang Industri, akan manfaat assesmen INDI 4.0. 

Berdasarkan assesmen INDI 4.0, Kementerian Perindustrian memberikan bimbingan teknis transformasi industri 4.0 baik pada manager maupun engineer perusahaan industri. “Tahun ini kami targetkan 500 orang manager dan engineer perusahaan industri untuk mengikuti bimbingan teknis transformasi industri 4.0 agar semakin banyak perusahaan yang melakukan transformasi industri 4.0,” lanjut Ngakan Timur Antara. Selain itu, Kementerian Perindustrian juga memberikan bimbingan teknis untuk tenaga pendamping transformasi industri 4.0. Bimbingan teknis ini diberikan kepada para ASN Kementerian Perindustrian agar dapat menjadi pendamping dalam program pendampingan implementasi industri 4.0 bersama para tenaga ahli atau expert transformasi industri 4.0. “Saat ini sudah 100 ASN yang kami siapkan untuk menjadi tenaga pendamping transformasi industri 4.0,” tambahnya disela-sela pembukaan Roadshow INDI 4.0 (17/9). Sebagaimana diketahui, kementerian perindustrian melalui Badan Litbang Industri telah melakukan pilot pendampingan implementasi industri 4.0 kepada 10 perusahaan industri. “Dengan 10 pilot pendampingan yang telah kami lakukan, para direktorat jenderal pembina dapat mengikuti role model yang telah kami laksanakan dalam melakukan pendampingan implementasi industri 4.0,” lebih lanjut ngakan menjelaskan akan role model pendampingan implementasi industri 4.0.

Dalam akselerasi implementasi industri 4.0, Ngakan menyadari pentingnya dukungan para pihak. Sinergi dan kolaborasi antar pihak merupakan kunci dalam implementasi industri 4.0. Industri 4.0 akan sulit terealisasi tanpa adanya sinergi dan kolaborasi para pihak. “Disinilah pentingnya kita untuk membangun ekosistem industri 4.0 ini. Seperti diketahui beberapa negara lain dalam implementasi industri 4.0 saling bersinergi dan berkolaborasi, baik pemerintah, pelaku industri, akademisi dan “R&D Center, technical provider, konsultan group, dan tentunya financial actor,” lanjut Kepala Badan Litbang Industri ini akan pentingnya ekosistem industri 4.0.

Pemerintah dapat menyiapkan regulasi dan kebijakannya untuk percepatan implementasi industri 4.0. Para Pelaku/Asosiasi Industri bagaimana melakukan journey transformasi Industri 4.0 di perusahaannya. Bagi para Akademisi dan Institusi R&D bagaimana dalam menghasilkan SDM dan inovasi industri 4.0. Selain itu, para “expert konsultan dapat memberikan asistensi dalam proses transformasi industri 4.0. Demikian halnya technical provider dalam menyediakan teknologi industri 4.0. Dan yang tak kalah penting, bagaimana financial actor dapat mendukung dalam akses investasi dan permodalan penerapan industri 4.0.

Kementerian Perindustrian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Industri telah merumuskan pembentukan ekosistem industri 4.0. Beberapa hal yang telah dirumuskan dalam pembentukan ekosistem industri 4.0, di antaranya : (1) secara prinsip ekosistem industri 4.0 perlu dibentuk untuk proses akselerasi transformasi industri 4.0; (2) beberapa pihak dapat lebih saling berkolaborasi satu sama lain untuk mengakselerasi proses transformasi industri 4.0; (3) “demand dan “supply antar pihak lebih dapat terhubung/terkoneksi dengan adanya ekosistem industri 4.0; (4) memperbanyak expert lokal untuk mempercepat proses tranformasi industri sehingga lebih efektif dan efisien baik secara waktu maupun biaya; dan (5) pemerintah menginisiasi pembentukan ekosistem industri 4.0, dari hal-hal yang mudah dan dapat dikolaborasikan antar pihak dalam proses akselerasi transformasi industri 4.0.

“Berkaca dari hasil perumusan tersebut, kami berinisiasi untuk membentuk ekosistem industri 4.0 yang kami sebut SINDI 4.0 (Ekosistem Indonesia 4.0). Besar harapan kami SINDI 4.0 ini dapat menjadi wadah dalam membangun sinergi dan kolaborasi antar pihak untuk mempercepat proses transformasi industri 4.0, koordinasi antar pihak dalam proses tansformasi industri 4.0, serta jejaring dan kerjasama antar pihak dalam akselerasi proses transformasi industri 4.0,” tambah Ngakan Timur Antara.

Event Roadshow INDI 4.0 ini merupakan peluang bagi para pihak dalam SINDI 4.0 (Ecosystem Indonesia 4.0) untuk  dapat saling membangun kerjasama dan kolaborasi pada proses akselerasi transformasi industri 4.0. “Ke depannya kami berharap semakin banyak aktivitas dalam SINDI 4.0 yang dapat dilahirkan, seperti forum diskusi perkembangan industri 4.0, platform ekosistem industri 4.0, kuliah tamu antar industri dengan perguruan tinggi, pengembangan model bisnis baru, dan kegiatan-kegiatan lainnya, sehingga ekosistem ini semakin tumbuh dan berkembang dalam menyukseskan program making indonesia 4.0,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *